Tuesday, November 29, 2011

Ucapan VS Kenyataan

Siapapun pasti pernah mengalami hal ini, ya ucapan yang nggak sesuai dengan realitanya,
mungkin bukan tentang diri sendiri, mungkin juga orang sekitar kita, karena jujur ini juga pengalaman ku dan beberapa orang.

(Maaf banget kalau ada yang tersindir dengan tulisan ini, ya namanya juga lagi belajar menulis :) )

Sebenarnya ini cuma buat pertimbangan aja ya, terkadang kata-kata ataupun seruan yang terucap itu sering berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada.
Entah untuk apa tujuannya juga tak ada yang tau, mungkin saja itu memang jujur, cuma emosi, optimis, atau mungkin hanya untuk menutupi kelemahan. Alasan sebenarnya yang tau hanya diri sendiri,

Ada yang bilang seperti ini:
- yakin tapi sebenarnya tidak yakin
- bisa tapi sebenarnya tidak tau apa-apa
- mau tapi sebenarnya terpaksa
- benci padahal sebenarnya sayang
- rela tapi tak bisa merelakan 100%
- kuat tapi ternyata lemah
- tertawa tapi dalam hatinya menangis (seperti lagu Agnes Monica)
- yang katanya gaul tapi ternyata kuper
- gaya tapi ternyata malah tak percaya diri
- ngakunya anak orang kaya ternyata pas-pasan
- bergaya hidup mewah padahal kekurangan
- ngakunya punya pacar di luar negri ternyata cuma pacar khayalan

Masih banyak contoh lain mungkin yang kalian dengar di luar sana, tapi berdasarkan pengalaman dan cerita dari teman-teman hal itu yang paling sering,
terkadang aku suka bertanya untuk apa ya mereka melakukan itu?
Mungkin lebih baik jujur dengan keadaan yang sebenarnya, walaupun itu tidak sebaik yang kita harapkan,
tapi sepertinya masih banyak teman-teman dan orang-orang yang lebih menghargai kejujuran itu.

2 comments:

  1. nice content keep writing...:d mampir juga ya ke http://wichak.blogspot.com/

    ReplyDelete
  2. thankyou brother^^
    ok mampir pastinya, keep update juga..

    ReplyDelete