Bandung, February 14th, 2014.
Valentine...
Oke sebenarnya ini bukan termasuk hari penting yang harus ditandai dengan spidol merah. Sama seperti yang pernah ditulis ditanggal dan bulan yang sama tahun lalu.
Aku sangat menyukai suasananya, masih dengan nuansa merah jambu ceria yang menghiasi setiap pusat perbelanjaan.
Yang membedakan valentine tahun ini dengan tahun lalu adalah sahabatku, jika tahun lalu aku masih menceritakan tentang kegiatan memutari Bandung, dan tahun ini sahabatku itu telah menikah dan menyandang status baru sebagai istri, istri siapa? Ya tentu saja suaminya dong...
So let's pray for her new life, new family. God Always bless you my bestie, Maya.
Jadi mungkin aku akan menceritakan sedikit bagaimana hikmatnya prosesi pernikahan sahabatku Maya yang diadakan tanggal 8 Februari 2014 lalu.
Ahh tunggu, baru saja berniat menceritakan rasanya terharu dan jujur saja masih tidak percaya jika sahabatku itu menikah.
Oke lanjut...
Sore itu akad nikah diadakan di Mesjid Pusdai Bandung. Maya dan calon suami, ya sekarang sudah jadi suami, diberikan wejangan dan petuah, serta doa, ya selayaknya akad nikah pada umumnya.
Pada saat dibacakan ikrar, janji, akad, ya apapunlah namanya, dan setelah terdengar kata SAH langsung saja air mata tiba-tiba jatuh tanpa permisi, pura-pura tidak ingat jika saat ini mata full make-up.
Suasana begitu mengharukan, bayangkan saja biasanya aku dan Maya menghadiri acara pernikahan teman-teman, dan kala itu aku berada di acara pernikahannya.
Rasa haru yang tidak dapat ditahan, seperti ada slide show yang entah datang dari mana, seperti memutarkan cuplikan film, bagaimana pertama kali kami berteman, menghabiskan waktu bermain, jalan-jalan, nongkrong di cafe, sampai diam di kelas mendengarkan dosen, curhat, dan apapun yang pernah terjadi selama lebih dari 7 tahun ini terlihat jelas sekali, sampai pada saat aku melihat sahabatku ini mengucapkan janji setia kepada sang suami, senang sekali rasanya berada disana dan dapat mengantarkan Maya ke depan penghulu serta para saksinya.
Kemudian dilanjutkan dengan acara resepsi yang juga sangat ditunggu, walaupun cukup tersiksa dengan high heels 15cm, tapi tidak dapat mematahkan semangat untuk mencoba semua makanan yang ada, dan rasanya ingin bilang, ini resepsi pernikahan atau bazar makanan sih. Haha.
Hmm okey, memang cerita ini sangat tidak ada hubungannya sama judul, karena lebih fokus pada cerita pernikahan sahabatku.
Sekali lagi Happy Wedding for you my lovely bestie, Maya. Happy ever after, long life, be blessing, and all the best for your little family, be a great wife for your hubby.
~Happy Valentine day, love everyday, not just one day.