Sore ini hujan berhenti,
Sudah beberapa hari terakhir aku tak melihat sinar matahari yang menerobos masuk melalui sela-sela jendela yang ku biarkan hanya ditutupi oleh kertas putih,
Aku sebenarnya sangat mencintai hangatnya sinar mentari itu,
tapi saat ini aku menginginkan dinginnya angin dikala hujan,
aku berdoa untuk itu sebelum tidur,
benar Tuhan mendengar doa ku,
aku mendengar hujan berbisik ditelinga ku, memaksa ku bangun untuk menyaksikan mereka menari.
Tak jarang mereka juga menerobos masuk k kamarku melalui ventilasi di atas jendela.
Mereka membangunkanku sekali lagi.
Aku terpaksa bangun dan menyaksikan tarian mereka,
tapi aku terlalu ngantuk, dan menutup mata.
mereka menyadari itu, dan mulai berbisik ditelinga ku, aku hanya tersenyum.
Bisikan hujan semakin jelas ku dengar,
mereka tidak bisa diam dan membiarkan ku melewatkan tarian mereka.
Dan sekarang aku seakan terhipnotis dengan pertunjukan mereka,
hanya dengan sekali bisikan hujan, aku sudah terbangun dan langsung membuka jendela,
melihat mereka menari dan membiarkan beberapa titik ujan membasahi wajahku.
Hi, ngitip boleh ya?
ReplyDeleteAigoo, kata-katanya indah...puitis...
Menggambarkan hujan seperti seorang sahabat yang mengajak main...
Jadi ingat masa kecil, saat sering menari-nari di bawah guyuran hujan bersama teman-teman, bebas, lepas, ceria...
Tapi sekarang susah ya mau main hujan-hujanan, karena hujan di kota Bogor sekarang bukan hanya tetesan air yang bening berkilauan...tapi lebih banyak petir yang menyala-nyala bak seekor naga yang sedang meluapkan amarahnya...
This comment has been removed by the author.
ReplyDelete