Rasanya sudah lama sekali aku tidak melakukan kegiatan yang dulu sangat ku sukai. Ya, mendengarkan radio.
Malam ini aku memutuskan untuk tidak melakukan apapun, bahkan tidak berfikiran untuk pergi ke suatu tempat. Aku menjatuhkan kepalaku dibantal, memenuhi telinga dengan alunan musik yang keluar dari headsetku.
Namun kali ini musik yang kudengar bukan dari playlist biasanya, ya dari radio, random memang tapi aku benar-benar menikmatinya.
Walaupun kebanyakan lagu yang mereka putar sama dengan playlist di 'pinky' *gadget yang ku gunakan* tetapi aku merasa berbeda. Ketika mendengarkan beberapa lagu lamapun terdengar menarik.
Sesekali membiarkan badanku terbaring seharian dan menolak ajakan keluar ternyata cukup menyenangkan, aku tidak bisa hanya diam sebenarnya, tapi aku membiarkan pikiranku istirahat, mengabaikan dering telpon dan lain-lain, ya aku sedang hibernasi.
Dan radio menjadi temanku malam ini :)
Saturday, February 4, 2012
Turn on Radio
Wednesday, February 1, 2012
8:21 AM, Senyuman Mentari
Pagi ini aku masih bermalas-malasan, rasanya ada sesuatu yang masih menahanku bangkit dari tempat tidur ini.
Kepalaku berat sekali rasanya, seakan tertimpa batu berat.
Aku sengaja membiarkan jendela terbuka, sinar mentari pagi berebut masuk dan berusaha menghangatkanku.
Namun usaha mereka gagal, udara di Bandung pagi ini dingin menusuk hingga tulangku.
Kicauan burung seakan protes, pasti mereka ingin mengusir udara dingin.
Ya, mereka menang. Udara dingin perlahan-lahan pergi.
Dan kini aku menikmati hangatnya sinar mentari pagi.
Samar-samar aku mendengar suara anak-anak yang sedang bercanda tawa. Ya, itu tetangga yang pernah ku ceritakan.
Aku menoleh keluar jendela untuk melihat mereka, ahh aku tidak menemukannya.
Mereka berada di dalam rumah. Kemarin ketika aku keluar, aku melihat mereka bersepeda. Ya mereka masih terlihat sangat bahagia.
Wah pagi ini mentari benar" tersenyum dengan senyumannya yang sangat cerah.
Aku membalikan tubuhku, merasakan sinar mentari itu menghangatkan punggungku.
Ya aku suka mentari pagi, aku suka kehangatannya,
Hangat bagaikan seorang sahabat yang tengah tersenyum.
Hey, dari jendela kamar aku bisa menikmati indahnya lagit pagi ini berawan dengan mentari yang bersinar.
Ada penjaja makanan disana, yang dengan semangat membawa dagangannya.
Aku rasa tidak ada yang lebih menyenangkan daripada menikmati pagi dan merasakan kehangatan mentari pagi.
