Thursday, May 17, 2012

Best Corner

Sore ini aku dan dua temanku mengunjungi salah satu toko buku yang berada di Jalan Merdeka, Bandung.

Entah mengapa kami seperti tersihir saat memasuki gerbangnya, dan mungkin memang selalu begitu. Toko buku seakan menjadi tempat favorite ku untuk menenangkan diri, walaupun hanya melihat-lihat saja toko buku ini tidak pernah terlewatkan. Selalu ramai pengunjung, mulai dari penggemar komik, novel-novel, hingga buku-buku yang sarat ilmu.

Namun bagiku sudut favorite adalah rak buku yang memuat banyak novel chicklit maupun metropop. Aku dapat menghabiskan waktu berjam-jam berada disana. Membaca sinopsis novel, maupun hanya melihat cover-covernya saja dapat membuatku begitu senang. Dalam hati aku selalu berkata 'ingin membeli semua novel ini!!' lalu tersenyum ketika melihat judul-judul novel yang sangat aneh. Ok mungkin bukan aneh ya, tapi agak berlebihan.

Beberapa waktu lalu di sudut itu terdapat kursi kecil, namun sekarang sudah tidak ada. Entah mengapa, mungkin karena banyaknya pengunjung yang sering numpang membaca disana, yah bisa dikatakan aku salah satunya.

Setiap aku berkunjung ke mall-mall toko buku tidak pernah lepas dari pandanganku, karena aku penggila novel, maka pilihanku selalu tertuju pada sudut terbaik yaitu sudut yang memuat banyak novel.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Saturday, May 5, 2012

Always There

Bandung, 23.11, on saturday night.

Malam ini lagu Toki wo tomette menjadi pengantar tidurku, sepertinya ini lagu yang tepat buat malam ini.

Ya, toki wo tomette dalam bahasa Jepang yang artinya please stop the time. Aku rasa mewakili perasaanku yang sangat menginginkan waktu berhenti, walaupun sebentar, untuk menikmati indahnya tawa dan canda bersama para sahabat. Ya jika aku bisa mendedikasikan lagu ini buat mereka, sahabat-sabahat yang dikirim oleh Tuhan untuk menemaniku, memberikan warna dalam hari-hariku. Entah apa jadinya hidupku tanpa mereka.

Segala keluhan, tangis, bahkan cerita bahagia yang tidak bosan-bosannya didengar oleh mereka, segala celotehan, candaan, dan tawa yang mereka hadiahkan untuk menghiburku. Tidakkah itu indah? Ya menurutku. Dan mereka, sahabatku, adalah yang berharga. Aku tidak mengerti dari mana kesabaran mereka, dan pengertian mereka muncul dikala kegundahan dan emosi mewarnai hariku. Ya mereka ada disana, tidak berpaling,tidak menjauh sama sekali. Kadang aku malu apabila emosi tiba-tiba datang, secara tidak sadar aku meluapkan kekesalan pada mereka, dan mereka masih tetap disana, memberikan perhatian dan semangat yang tiada henti.

Dan aku sangat beruntung memiliki mereka. Sahabatku. Aku sayang mereka. Tuhan, bantu aku untuk melindungi para sahabat yang selalu ada untuku, jangan pernah berikan jarak bagi kami. Dan jangan pernah jauhkan mereka dari hidupku.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Thursday, May 3, 2012

Prolog II

Ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu sejak dulu. Sampai sekarang aku belum mengatakannya karena... yah, karena berbagai alasan. Dan alasan utamanya adalah karena aku takut.

Kalau aku mengatakannya, reaksi apa yang akan kau berikan?

Apakah kau akan menerima pengakuanku?

Apakah kau akan percaya padaku?

Apakah kau masih akan menatapku seperti ini?

Tersenyum padaku seperti ini?

Atau apakah justru kau akan menjauh dariku?

Meninggalkanku?

Tapi aku tahu aku harus mengatakannya padamu. Aku tidak mungkin menyimpannya selamanya. Entahlah bagaimana reaksimu nanti setelah mendengarnya, aku hanya berharap satu hal padamu.

Jangan pergi dariku.

Tetaplah di sisiku.

(kutipan dari novel Ilana Tan)

Dan sebenarnya aku masih tidak mengerti, beberapa prolog ini bagaikan cermin yang memiliki kekuatan untuk menamparku. Seakan kata-kata ini sengaja diciptakan untukku. Ditulis dengan penuh kesedihan. Dan ini Untukmu. Kau yang mulai sedikit perubah.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Tuesday, May 1, 2012

Prolog

Konon, ketika seseorang dalam keadaan hidup dan mati, ia akan bisa melihat potongan-potongan kejadian dalam hidupnya, seperti menonton film yang jelas alur ceritanya. Benarkah itu?

Oh ya, aku sedang mengalaminya. Ketika tubuhku terlempar ke sana-sini, pandangan mendadak gelap, namun anehnya aku kemudian bisa melihat wajah seseorang dengan jelas. Aku juga bisa mendengar suaranya.

Betapa aku sangat merindukannya sekarang, ingin bertemu dengannya, ingin berbicara dengannya. Ada yang harus aku katakan pada orang itu. Aku harus memberi tahunya aku rindu. Hanya sekali saja...

Kalau boleh, aku ingin mengatakannya sekali saja...

(kutipan prolog novel Ilana Tan)

Sebenarnya memang itu yang ku rasakan, seperti penggalan prolog itu, aku merindukanmu... Dan tidak bisa mengabaikan prasaan yang menyiksa pikiran ini.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Saturday, April 28, 2012

Mendung, Bergemuruh

Bandung, Sabtu siang,

langit semakin gelap, kumpulan awan yang semula putih seperti kapas sekarang berubah menjadi kelabu dan menutupi langit biru.

Petir bergemuruh seperti ada yang menabuh genderang di atas sana.

Kilat mulai terlihat seperti dilempar oleh dewa zeus yang sedang marah.

Udara yang hangatpun perlahan menghilang. Dingin.

Angin tidak berhembus, namun dingin.

Suasana menjadi muram, kelam, dan diam.

Anak-anak yang semula bermain di depan rumahnya pun sudah tidak ada.

Benar-benar hening, hanya alunan lagu mellow yang terdengar lembut bersamaan dengan rintik hujan.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Friday, April 27, 2012

What The Great Evening

Sore yang teduh, mungkin tepatnya sedikit mendung, langit dipenuhi awan yang sedang minum teh disore hari dan menikmati suasana sehabis hujan.

Ya menyenangkan jika kalian dapat menghabiskan sore ini dengan berjalan-jalan, atau bahkan berkumpul dengan kerabat.

Namun aku memiliki cara sendiri menikmati sore yang dingin ini. Secangkir coklat panas, semangkuk buah, novel, pinky dengan lagu-lagu yang menyenangkan, serta kartun spongebob favorite ku. Dan bagiku itu menyenangkan. Menikmati kesendirian.

Mungkin sebagian dari kalian menganggap hal ini membosankan, tapi tidak denganku.

Aku rasa sesekali aku boleh menghabiskan Jumat soreku dengan hal ini. Tidak harus berjalan-jalan ditengah kemacetan, atau hunting di Mall, bahkan nongkrong di Cafe dan menikmati musiknya.

Aku membaca beberapa tulisan, dan salah satu tulisan itu mengatakan 'Bahagia dapat dilakukan dengan cara yang sederhana.'

Dan mungkin caraku ini salah satunya.

Jadi untuk semua temanku, have a great evening!


Published with Blogger-droid v2.0.4

Saturday, March 24, 2012

Empty

Semuanya diam, tak ada suara, seakan ada seseorang yang menyuruh semuanya berhenti berbicara.

Hari ini memang Nyepi, tapi ini terlalu sepi. Terlalu sunyi dan kosong.

Bahkan tak sedikitpun terdengar bisikan-bisikan dalam kepala dan hatiku. Seakan mereka membisu.

Kemana suara-suara kecil itu? Aku mulai merindukan mereka, aku tidak suka kekosongan ini.

Menyiksa, rasanya aku hampir gila mencari keributan kecil yang biasanya selalu menemaniku..

Sepertinya aku kehilangan teriakan-teriakan yang biasanya berkecamuk fikiran ku.

Kemana mereka.. Aku tidak suka ini, begitu sepi, begitu kosong.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Saturday, February 4, 2012

Turn on Radio

Rasanya sudah lama sekali aku tidak melakukan kegiatan yang dulu sangat ku sukai. Ya, mendengarkan radio.

Malam ini aku memutuskan untuk tidak melakukan apapun, bahkan tidak berfikiran untuk pergi ke suatu tempat. Aku menjatuhkan kepalaku dibantal, memenuhi telinga dengan alunan musik yang keluar dari headsetku.

Namun kali ini musik yang kudengar bukan dari playlist biasanya, ya dari radio, random memang tapi aku benar-benar menikmatinya.

Walaupun kebanyakan lagu yang mereka putar sama dengan playlist di 'pinky' *gadget yang ku gunakan* tetapi aku merasa berbeda. Ketika mendengarkan beberapa lagu lamapun terdengar menarik.

Sesekali membiarkan badanku terbaring seharian dan menolak ajakan keluar ternyata cukup menyenangkan, aku tidak bisa hanya diam sebenarnya, tapi aku membiarkan pikiranku istirahat, mengabaikan dering telpon dan lain-lain, ya aku sedang hibernasi.

Dan radio menjadi temanku malam ini :)


Published with Blogger-droid v2.0.4

Wednesday, February 1, 2012

8:21 AM, Senyuman Mentari

Pagi ini aku masih bermalas-malasan, rasanya ada sesuatu yang masih menahanku bangkit dari tempat tidur ini.

Kepalaku berat sekali rasanya, seakan tertimpa batu berat.

Aku sengaja membiarkan jendela terbuka, sinar mentari pagi berebut masuk dan berusaha menghangatkanku.

Namun usaha mereka gagal, udara di Bandung pagi ini dingin menusuk hingga tulangku.

Kicauan burung seakan protes, pasti mereka ingin mengusir udara dingin.

Ya, mereka menang. Udara dingin perlahan-lahan pergi.

Dan kini aku menikmati hangatnya sinar mentari pagi.

Samar-samar aku mendengar suara anak-anak yang sedang bercanda tawa. Ya, itu tetangga yang pernah ku ceritakan.

Aku menoleh keluar jendela untuk melihat mereka, ahh aku tidak menemukannya.

Mereka berada di dalam rumah. Kemarin ketika aku keluar, aku melihat mereka bersepeda. Ya mereka masih terlihat sangat bahagia.

Wah pagi ini mentari benar" tersenyum dengan senyumannya yang sangat cerah.

Aku membalikan tubuhku, merasakan sinar mentari itu menghangatkan punggungku.

Ya aku suka mentari pagi, aku suka kehangatannya,

Hangat bagaikan seorang sahabat yang tengah tersenyum.

Hey, dari jendela kamar aku bisa menikmati indahnya lagit pagi ini berawan dengan mentari yang bersinar.

Ada penjaja makanan disana, yang dengan semangat membawa dagangannya.

Aku rasa tidak ada yang lebih menyenangkan daripada menikmati pagi dan merasakan kehangatan mentari pagi.


Published with Blogger-droid v2.0.4