It's been a while...
Masih dengan kotak yang berisi awan kelabu, bahkan warnanya semaking gelap, dengan kaki yang masih berada ditempat yang sama, seperti tidak ada pergerakan.
Mungkin sebenarnya ada pergerakan, hanya saja terlalu lambat, nyaris tidak terlihat bergerak, oh ada yang jelas terlihat, yaitu kepergian banyak orang.
Kepergian orang-orang yang sebenarnya masih ada, ya mungkin memang sudah habis waktunya, sudah habis masanya, sudah saatnya semua kembali seperti semula, dengan kehidupan masing-masing. Anggap saja ini akhir dari suatu novel, yang tidak selalu happy.
Kemudian ada kepergian yang sangat menyakitkan, yang meninggakan kesedihan yang mungkin tidak akan pernah sembuh, bahkan tidak akan bisa digantikan.
Iya, kepergian mama.
kepergian yang paling ditakutkan oleh semua anak. Ini memasuki tahun kedua sejak kepergian beliau, dan rasanya masih tidak nyata, bahkan saya khawatir akan menjadi gila karena ini.
Sesiap apapun, tidak akan pernah siap.
Sekuat apapun, tidak akan sekuat itu.
Setenang apapun, tidak akan setenang itu.
Emosi yang masih tidak bisa dikontrol, kemarahan dan kesedihan seakan tidak ingin pergi, saya tidak menahan mereka untuk tetap tinggal, hanya saja mereka sudah menjadi teman, ya, teman yang buruk, yang bahkan menutup mata ini dari melihat kebaikan.
Mereka seperti shield dari apapun, mereka menghalangi setiap kebaikan yang berusahan masuk, dan saya masih dengan sadar membiarkan mereka disana.
Mungkin ini juga sudah saatnya untuk mereka pergi, dan membiarkan kebaikan-kebaikan itu masuk, mereka sudah mengakar dengan sangat kuat, mungkin tidak ada bedanya setelah mereka pergi.
No comments:
Post a Comment